Selasa, 17 April 2012

KHOTBAH DIBUKIT "BERBAHAGIALAH"

Matius 5:1-12
1.Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia keatas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murud-muridNya kepadaNya.2.Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kataNya: 3."Berbahagilah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga. 4.Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 5.Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.6.Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 7.Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 9.Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan di sebut anak-anak Allah. 10.Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga. 11.Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12.Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar disorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Secara alamiah, manusia berpikiran atau berpendapat  bahwa dengan mengejar dan mendapatkan materi itu adalah suatu kebahagiaan atau berkat. dan tidak jarang dari setiap kita menjadikan pencapaian materi menjadi tujuan hidup. Dengan menjadikan kebahagian materi sebagai tujuan hidup, menjadikan banyak orang terjerumus kepada cara-cara yang tidak baik untuk mendapatkan materi, sebagai contoh: merampok, mencuri, korupsi, menipu atau banyak hal yang dilakukan yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Dalam matius 5, Yesus memperkenalkan tentang konsep kebahagian atau berkat yang berbeda dengan yang dikejar oleh dunia. Dalam ayat 3 dikatakan:"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga", ini bukan soal materi tetapi bagaimana kehidupan rohani kita, hubungan kita dengan Allah, apakah kita mengutamakan Allah dibanding materi?, itulah artinya miskin dihadapan Allah. Tuhan juga berfirman carilah dulu kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan. Realitanya kita sering tidak sejalan dengan Firman Allah, kita lebih mengutamakan pekerjaan, kita tidak berdoa dulu sebelum memulai segala aktivitas kita. Inilah yang membuat kita kehilangan arah hidup, karena tidak menjadikan Allah sebagai Tujuan hidup, tetapi hanya sebagai pelarian saja ketika terbentur dengan masalah kehidupan saja.Berkat atau kebahagiaan fisik itu hanya sementara dan rapuh sekali.

Yesus mengatakan "Berbahagilah" dalam bahasa Yunani :makaries, yang berasal dari kata makar yang artinya : Suatu kebahagiaan yang tidak dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi apapun. Kebahagiaan atau berkat yang Tuhan Yesus berikan berasal dari karakter yang sudah dewasa, dimana tidak lagi memandang materi atau hal-hal yang menyangkut kehidupan jasmani adalah menjadi urusan yang utama. Kita tidak akan lagi pusing atau bersungut-sungut apabila doa, pergumulan belu dijawab oleh Tuhan. karakter yang dewasa adalah Iman percaya hanya karena kasih anugerah.
Sayangnya "diberkati" atau "berbahagia" direduksi maknanya dalam kekristenan itu sendiri, memandang diberkati atau berbahagia itu adalah hanya bicara soal sehat, sejahtera, melimpah kekayaan atau materi, tuhan menyembuhkan kita dari suatu penyakit yang sudah lama kita derita, atau berbagai banyak hal, mungkin yang telah lama kita pergumulkan.

Berkat atau Kebahagiaan yang Tuhan Yesus tawarkan sifatnya paradoks atau berbeda  dengan yang dicari orang dunia. Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah...........
Ini menunjukkan suatu kualitas hidup yang berbeda, yaitu kualitas hidup warga kerajaan Allah.

Jadi bagaimana menghasilkan karakter yang diberkati?

1. Menunjukkan kebutuhan akan adanya kelahiran baru, 2 Petrus 1:4-9
    "4.Dengan jalan itu Ia telah menganugrahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang
sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5.Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6. dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7. dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8.Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barang siapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan."
Dari nats Firman ini dapat kita lihat bahwa setiap saat harus ada pembaruan dalam hidup, ada peningkatan kualitas. inilah yang menunjukkan ada kedewasaan rohani sebagai warga kerajaan sorga. Dengan adanya pembaruan setiap saat, maka kita berhasil dalam pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus.

2.Merefleksikan pikiran Kristus
   Merefleksikan pikiran Kristus adalah bahwa setiap tindakan, kelakuan, cara bicara akan mencerminkan kehidupan  Takut akan Tuhan. Bahwa kehidupan kita harus menjadi saluran berkat akan semua umat manusia tanpa memandang apakah dia percaya Yesus atau tidak, sehingga kita menjadi Firman yang hidup ditengah-tengah dunia ini.  




 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar